Apa yang melatarbelakangi pemberontakan kaum revolusioner terhadap pemerintahan yuan shih kay di cina pada masa sebelum perang dunia 2
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban diahviolin
Kelas: XII
Mata pelajaran: Sejarah
Materi: Revolusi China
Kata Kunci: Yuan Shih Kay
Jawaban pendek:
Yang melatarbelakangi pemberontakan kaum Revolusioner terhadap pemerintahan Yuan Shih Kay di China pada masa sebelum Perang Dunia II adalah keputusan Yuan Shih Kay untuk mengangkat dirinya sebagai kaisar, membubarkan Republik China dan menggantikannya dengan kekaisaran.
Jawaban panjang:
Yuan Shih Kay (atau Yuan Shikai) adalah seorang jenderal dan panglima perang di China pada masa akhir Dinasti Qing dan masa awal Republik China. Yuan lahir di propinsi Henan pada tahun 1859, dan memngawali karirnya sebagai prajurit dinasti Qing.
Yuan menjadi pemimpin pasukan China dalam Perang Korea tahun 1875 melawan Jepang, dimana Dinasti Qing kalah dan haru melepas Korea dari wilayah bawahannya. Kemudian Yuan menjadi gubernur provinsi Shandong, dan Zhili.
Ketika terjadi Revolusi China pada tahun 1911, kaum Revolusioner berhasil menggulingkan Dinasti Qing yang didominasi suku bangsa Manchu, yang dianggap penjajah oleh suku bangsa Han yang merupakan penduduk terbanyak China.
Posisi Yuan saat itu adalah sebagai panglima pasukan Beiyang, yang membawahi tentara di timur laut China, dan sekitar Beijing. Posisi ini membuat Yuan sangat kuat setelah jatuhnya Dinasti Qing. Sementara, kaum Revolusioner China saat itu masih lemah secara militer.
Akhirnya, dibuatlah kesepakatan dimana Yuan Shi Kay bersedia membantu kaum Revolusioner dipilih sebagai presiden Republik China, menggantikan Sun Yat-Sen, yang merupakan pendiri Republik China. Yuan dipilih pada tanggal 14 Februari 1912, dan dilantik pada 10 Maret 1912.
Setelah Yuan Shi Kay menjadi presiden Republik China, dia berusaha mengumpulkan kekuasaan dan melanggenggan posisinya sebagai pemimpin China. Akhirnya timbullah pertentangan antara Kuo Min Tang, partai terbesar China saat itu yang berkuasa di parlemen, dan Presiden Yuan.
Akhirnya pada 12 Desember 1915, Yuan mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar China, dengan gelar Kaisar Hongxian.
Akibat dari pengangkatan dirinya sebagai kaisar ini, kaum Revolusioner di China melakukan pemberontakan melawan Yuan Shi Kay. Pemberontak ini terdiri dari para tokoh politik, jenderal dan pasukan dari China Selatan (provinsi Yunnan, Guangxi, Guangdong, Hunan, Jiangsu dan sebagainya), yang berhasil mengalahkan pasukan Yuan Shi Kay.
Pemberontakan ini berhasil meggulingkan Yuan Shi Kay, yang mengundurkan diri dan digantikan oleh Li Yuanhong.